tata cara penyimpanan arsip
1.
A. Pengertian
Arsip mengandung berbagai pengertian ini di pengaruhi oleh :
1.
Segi peninjauan
2.
Sudut pandang
3.
Pembatasan ruang lingkup
Secara etimologi arsip berasal dari bahasa Belanda “archief”, dalam bahasa
Inggris “archive”, dalam bahasa Yunani “arche” atau yang artinya permulaan.
Kemudian “arche” berkembang menjadi kata “ta archia” yang berarti catatan.
Selanjutnya kata “ta archia” berubah lagi menjadi “archeon” yang berarti gedung
pemerintahan (catatan-catatan, bahan-bahan tertulis, piagam-piagam,
surat-surat, keputusan-keputusan, akte-akte, daftar-daftar, dokumen-dokumen,
peta-peta, dsb. Dalam bahasa Inggris arsip juga sering dinyatakan istilah file
yang artinya simpanan, yaitu berupa wadah, tempat, map, ordner, kotak, almari
cabinet, dsb).
Adapun pengertian arsip yang dibagi 2, yaitu :
1.
Secara umum
adalah wujud tulisan dalam bentuk corak teknis, bagaimanapun juga dalam
keadan tunggal, berkelompok atau dalam satu kesatuan bentuk fungsi dari
usaha perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaran kehidupan umumnya.
1.
Secara khusus
adalah kumpulan surat atau bahan penolong lainnya dengan memastikan suatu
ingatan dalam administrasi negara dibuat secara fisik (kasat mata) atau yuridis
(sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku) dengan perkembangan organisasi
yang disimpan dan dipelihara selama diperlukan.
Sedangkan menurut Undang-undang No. 7 tahun 1971, arsip adalah
Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-lembaga dan Badan-badan
Pemerintahan dalam bentuk corak apa pun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerataan. Naskah-naskah yang
dibuat dan diterima oleh Badan-badan Swasta atau perorangan, dalam bentuk corak
apa pun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka
pelaksanaan kehidupan kebangsaan.
1.
B. Tujuan Pengarsipan
Adapun di bawah ini adalah tujuan dari pengarsipan, yaitu:
v Sebagai pusat ingatan
dan informasi jika berkas diperlukan sebagai keterangan.
v Memberi data kepada
pegawai yang memerlukan data mengenai hasil-hasil kegiatan dan pekerjaan pada
masa lampau.
v Memberikan keterangan
vital, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
v Membantu kita untuk
membuat keputusan yang tepat.
v Membantu kita dalam
berkomunikasi dengan orang lain.
1.
C. Macam-macam pengarsipan
Menurut fungsinya arsip dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.
Arsip dinamis
Yaitu arsip yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan,
pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau
dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara.
1.
Arsip statis
Yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan,
penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan
sehari-hari administrasi Negara.
Menurut sudut hukum dan perundang-undangan, arsip dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu:
1.
Arsip Otentik
Yaitu arsip yang di atasnya terdapat tanda tangan asli dengan tinta (bukan
fotokopi atau film) sebagai tanda keabsahan dari isi arsip bersangkutan.
1.
Arsip Tidak Otentik
Yaitu arsip yang di atasnya tidak terdapat tanda tangan asli dengan tinta.
1.
D. Asas Pengarsipan
Adapun asas-asas pengarsipan sebagai berikut ini:
1.
Asas Sentralisasi
Sentralisasi berarti penyimpanan arsip yang dipusatkan di satu unit kerja
khusus yang lazim disebut Sentral Arsip. Semua surat-surat yang sudah selesai
diproses akan disimpan di Sentral Arsip.
Keuntungan Asas Sentralisasi:
§ Ruang dan peralatan
arsip dapat dihemat.
§ Petugas dapat
mengkonsentrasikan diri khusus pada pekerjaan kearsipan.
§ Kantor hanya menyimpan
satu arsip, duplikasinya dapat dimusnahkan.
§ Sistem penyimpanan
dari berbagai macam arsip dapat diseragamkan.
Kerugian Asas sentralisasi:
§ Sentralisasi arsip
hanya efisien dan efektif untuk organisasi yang kecil.
§ Tidak semua jenis
arsip dapat disimpan dengan satu sistem penyimpanan yang seragam.
§ Unit kerja yang
memerlukan arsip akan memakan waktu lebih lama untuk memperoleh arsip yang
diperlukan.
1.
Asas Desentralisasi
Desentralisasi berarti semua unit kerja mengelola arsipnya masing-masing.
Desentralisasi cocok untuk organisasi besar dengan ruangan yang terpisah.
Keuntungan asas desentralisasi:
§ Pengelolaan arsip
dapat dilakukan sesuai kebutuhan unit kerja masing-masing.
§ Keperluan akan arsip
mudah terpenuhi, karena berada pada unit kerja sendiri.
§ Penanganan arsip lebih
mudah dilakukan, karena arsipnya sudah dikenal baik.
Kerugian asas desentralisasi:
§ Penyimpanan arsip
tersebar di berbagai lokasi dan dapat menimbulkan duplikasi arsip yang
disimpan.
§ Kantor harus
menyediakan peralatan dan perlengkapan arsip di setiap unit kerja, sehingga
penghematan pemakaian peralatan dan perlengkapan sukar dijalankan.
§ Kegiatan pemusnahan
arsip harus dilakukan setiap unit kerja dan ini merupakan pemborosan.
1.
Asas Kombinasi Sentralisasi-Desentralisasi
Kombinasi berarti semua arsip yang masih aktif atau masih bisa dipergunakan
atau disebut arsip aktif dikelola di unit kerja masing-masing pengolah, dan
arsip yang sudah kurang di pergunakan atau disebut arsip inaktif dikelola di
Sentral Arsip.
1.
E. Mengindeks
Mengindeks adalah menentukan urutan unit-unit atau bagian-bagian dari kata
tangkap yang akan disusun menurut abjad. Kata tangkap merupakan tanda pengenal
sari suatu surat atau warkat yang disimpan dan tergantung dari sistem yang
digunakan.
Unit adalah bagian kata dari kata tangkap yang mempunyai pengertian sendiri.
Unit adalah bagian kata dari kata tangkap yang mempunyai pengertian sendiri.
Peraturan-peraturan mengindeks yaitu sebagai berikut:
1. Nama orang Indonesia
2. Nama tunggal dan singkatan
3. Awalan Nama Keluarga
4. Nama perusahaan
5. Kata sandang “The”
6. Singkatan
7. Bentuk usaha dan kata sambung
8. Gelar dan pangkat
9. Nama bank dan nama sekolah
10. Gelar Nyonya (Ny./Mrs.)
1. Nama orang Indonesia
2. Nama tunggal dan singkatan
3. Awalan Nama Keluarga
4. Nama perusahaan
5. Kata sandang “The”
6. Singkatan
7. Bentuk usaha dan kata sambung
8. Gelar dan pangkat
9. Nama bank dan nama sekolah
10. Gelar Nyonya (Ny./Mrs.)
1.
F. System Pengarsipan
Sistem pengarsipan adalah cara pengaturan atau penyimpanan arsip secara
logis dan sistematis dengan memakai abjad, numerik / nomor, huruf ataupun
kombinasi huruf dan nomor sebagai identitas arsip yang terkait.
Ada 5 macam sistem pengarsipan, yaitu:
Ada 5 macam sistem pengarsipan, yaitu:
1.
Alphabetic system
2.
Numeric system
3.
Geograpich system
4.
Chronologic system
5.
Subject system
6.
G. Sistem Nomor
Sistem nomor adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali surat
berdasarkan nomor yang sudah ditetapkan. Nomor yang dimaksud adalah nomor urut
surat atau nomor kode permasalahan surat yang terdapat pada daftar klasifikasi.
Kebaikan sistem nomor, antara lain :
1.
Kecepatan dan ketepatan lebih terjamin
2.
Sederhana dan mudah dilakukan
3.
Nomor folder dapat digunakan sebagai nomor referensi dalam korespondensi
4.
Dapat digunakan untuk penyimpanan segala macam surat dan dokumen
5.
Nomor folder dapat diperluas tanpa batas
Kelemahan sistem nomor adalah sebagai berikut :
1.
Lebih banyak waktu yang diperlukan untuk keperluan mengikndeks
2.
Banyak nya folder yang dapat digunakan dapat menimbulkan kesulitan
3.
Dibutuhkan biaya khusus untuk keperluan mengindeks dan penyediaan ruangan
4.
Transposisi angka-angka dapat menyebabkan kesalahan dalam penyimpanan.
Di dalam sistem nomor ada 4 macam :
1.
Sistem Nomor Dewey (Sistem Desimal / Klasifikasi)
Sistem ini menetapkan kode surat berdasarkan nomor yang ditetapkan untuk
surat yang bersangkutan.Yang diperlukan dalam sistem ini adalaha. Perlengkapan
yang diperlukan adalah- Filling cabinet- Guide- Folderb. Daftar klasifikasi
nomor. Kartu kendaliDalam klasifikasi, nomor adalah daftar yang memuat semua
kegiatan / masalah yang terdapat dalam kantor. Setiap masalah diberi nomor
tertentu.Dalam daftar ini terdapat tiga pembagian yaitu- Pembagian utama,
memuat kegiatan / masalah pokok dari kantor- Pembagian pembantu, memuat uraian
masalah yang terdapat pada pembagian utama- Pembagian kecil memuat uraian
masalah yang terdapat pada pembagian pembantu.Guna daftar klasifikasi adalah-
Sebagai pedoman pemberian kode surat- Sebagai pedoman untuk mempersiapkan dan
menyusun tempat penyimpanan suratUraian guide, folder, dan surat dalam filling
cabinet- Dalam setiap laci filling cabinet diperlukan 10 guide- Dibelakang
setiap guide ditempatkan 10 folder- Surat yang terbaru dalam setiap folder
ditempatkan paling depanCara penyimpanan surat- Surat dibaca lebih dahulu untuk
mengetahui permasalahannya- Memberi kode surat- Mencatat surat kedalam kartu
kendali- Mencatat surat pada kartu indeks- Menyimpan surat- Penyusunan surat
dalam folder setiap surat yang baru selalu ditempatkan di urutan paling depan-
Menyimpan kartu kendali.
1.
a. Merancang daftar
klasifikasi sistem nomor Dewey
Sisem nomor Dewey menggunakan daftar klasifikasi yang sesuai dengan
permasalahan yang ada di kantor tersebut. Daftar klasifikasi nomor adalah
daftar yang memuat segala persoalan atau kegiatan yang tedapat dalam kantor.
Persoalan atau kegiatan kantor ini kita klasifikasikan dan diberi nomor
tertentu.
Kegunaan daftar klasifikasi nomor ini adalah sebagai berikut :
1.
Pedoman dalam pemberian nomor kode, serta
2.
Pedoman untuk mempersiapkan dan menyusun tempat penyimpanan surat.
Kolom –kolom yang diperlukan dalam daftar klasifikasi sistem nomor Dewey
adalah sbb:
a) Lajur pembagian utama (kelompok besar)
Lajur ini memuat macam-macam kegiatan atau pekerjaan yang terdapat di
kantor tersebut.
b) Lajur pembagian pembantu
Kelompok pembagian masalah utama ini diuraikan lagi dalam 10 pembagian yang
disebut sebagai pembagian pembantu. Jika dalam pembagian pembantu tersebut
belum tersedia cukup uraian dalam 10 bagian maka dapat disediakan cadangan
sebanyak 10 pembagian lagi.
c) Lajur kelompok kecil
d) Dalam kelompok pembantu
diuraikan lagi dalam 10 pembagian disebut pembagian kecil.
1.
b. Tempat dan alat
penyimpanan surat dalam sistem nomor
Mengenai tempat dan alat penyimpanan surat, hal-hal yang perlu dipersiapkan
adalah sebagai berikut :
a) Filling cabinet
Dalam sistem nomor Dewey ini kita memerlukan sebanyak 10 laci dan tiap laci
diberi nomor kode seperti tercantum didalam surat tersebut.
b) Guide
c) Penyimpanan dengan map
(gantung)
d) Penyimpanan dengan map ordner
e) Penyimpanan dengan kotak
f) Mengkode
g) Menyortir
h) Menempatkan
2.
Sistem Nomor Terminal Digit
v Didalam sistem ini
kode penyimpanan dan kode penemuan kembali surat memakai sistem penyimpanan
menurut teminal digit, yaitu sistem penyimpanan berdasarkan pada nomor urut
dalam buku arsip.Dalam sistem ini yang perlu dipersiapkan adalah- Perlengkapan
untuk tempat penyimpanan surat yang terdiri atas; filling cabinet 10 laci,
guide (setiap laci 10 guide), dan folder (setiap guide 10 folder)- Kartu
kendali; yang digunakan dalam sistem ini sama dengan kartu kendali yang
digunakan dalam sistem lain. Yang berbeda disini adalah mengindeks nomor kode
untuk keperluan penyimpanan dan penemuan kembali surat.- Cara mengindeks nomor
kode sebagai berikuta. Dua angka dari belakang sebagai unit 1, yaitu
menunjukkan nomor laci dan nomor guideb. Satu angka setelah unit 1 sebagai unit
2 yaitu menunjukkan nomor folderc. Sisa seluruh angka sesudah unit 2 sebagai
unit 3 yaitu menunjukkan surat yang kesekian dalam folder- Cara penyimpanan
surat; surat dengan nomor kode 55317, berarti surat tersebut disimpan dalam
laci 10-19, dibelakang guide 17, didalam folder nomor 3, surat yang ke 55.
3.
Sistem Nomor Middle Digit
Sistem ini merupakan kombinasi dari Sistem Nomor Decimal Dewey dan Sistem
Nomor Terminal Digit. Yang dijadikan kode laci dan guide adalah dua angka yang
berada di tengah, sedangkan dua angka yang berada di depannya menunjukkan kode
map, kemudian dua angka yang berada dibelakangnya menunjukkan urutan surat yang
kesekian didalam map.Dalam sistem ini kode angka harus berjumlah enam, sehingga
terdapat dua angka ditengah, dua angka di depan dan dua angka dibelakang.
Seandainya angka kode kurang dari enam maka harus ditambahkan angka nol di
depannya sampai berjumlah enam angkla. Cara penyimpanannya sama dengan Sistem
Nomor Terminal Digit.
4.
Sistem Nomor Soundex (phonetic system)
Sistem Soundex adalah sistem penyimpanan warkat berdasarkan pengelompokan
nama dan tulisannya atau bunyi pengucapannya hampir bersamaan. Dalam sistem ini
nama-nama diganti dengan kode (notasi) yang terdiri dari 1 huruf dan 3
angka.Susunan penyimpanannya adalah menurut abjad yang diikuti urutan nomor.
Komentar
Posting Komentar